Informasi Kesehatan Dalam Keperawatan

Evaluasi Dalam Keperawatan

by Nita Rahmadani Harahap , at 21.57 , has 0 komentar
Evaluasi Keperawatan - Defenisi Evaluasi Dalam Keperawatan. Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan dengan cara bersinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya.

Menurut Craven dan Hirnle (2000) evaluasi didefenisikan sebagai keputusan dari efektifitas asuhan keperawatan antara dasar tujuan keperawatan klien yang telah ditetapkan dengan respon prilaku klien yang tampil.

Penilaian  dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam melaksanakan rencana tindakan yang telah ditentukan, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan.

Penilaian keperawatan adalah mengukur keberhasilan dari rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan klien.

Tujuan Evaluasi Dalam Keperawatan

Tujuan umum

  1. Menjamin asuhan keperawatan secara optimal
  2. Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.

Tujuan khusus

  1. Mengakhiri rencana tindakan keperawatan
  2. Menyatakan apakah tujuan keperawatan telah tercapai atau belum
  3. Meneruskan rencana tindakan keperawatan
  4. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan
  5. Dapat menentukan penyebab apabila tujuan asuhan keperawatan belum tercapai

Manfaat Evaluasi Dalam Keperawatan

  1. Untuk menentukan perkembangan kesehatan klien
  2. Untuk menilai efektifitas, efisiensi dan produktifitas asuhan keperawatan yang diberikan
  3. Untuk menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
  4. Sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun siklus baru dalam proses keperawatan
  5. Menunjang tanggung gugat dan tanggung jawab dalam pelaksanaan keperawatan

Perawat menggunakan berbagai kemampuan dalam memutuskan efektif atau tidaknya pelayanan keperawatan yang diberikan. Untuk memutuskan hal tersebut dalam melakukan evaluasi seorang perawat harus mempunyai pengetahuan tentang standar pelayanan, respon klien yang normal, dan konsep model teori keperawatan.

Dalam melakukan proses evaluasi, ada beberapa kegiatan yang harus diikuti oleh perawat, antara lain:
  1. Mengkaji ulang tujuan klien dan kriteria hasil yang telah ditetapkan.
  2. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan.
  3. Mengukur pencapaian tujuan.
  4. Mencatat keputusan atau hasil pengukuran pencapaian tujuan.
  5. Melakukan revisi atau modifikasi terhadap rencana keperawatan bila perlu.

Menurut Ziegler, Voughan – Wrobel, & Erlen (1986, dalam Craven & Hirnle, 2000), evaluasi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Evaluasi struktur.
Evaluasi struktur difokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan diberikan. Aspek lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam pemberian pelayanan. Persediaan perlengkapan, fasilitas fisik, ratio perawat-klien, dukungan administrasi, pemeliharaan dan pengembangan kompetensi staf keperawatan dalam area yang diinginkan.

2. Evaluasi proses.
Evaluasi proses berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merasa cocok, tanpa tekanan, dan sesuai wewenang. Area yang menjadi perhatian pada evaluasi proses mencakup jenis informasi yang didapat pada saat wawancara dan pemeriksaan fisik, validasi dari perumusan diagnosa keperawatan, dan kemampuan tehnikal perawat.

3. Evaluasi hasil.
Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien. Respons prilaku klien merupakan pengaruh dari intervensi keperawatan dan akan terlihat pada pencapaian tujuan dan kriteria hasil.

Kreteria Evaluasi Dalam Keperawatan

Kriteria Proses (evaluasi proses) : menilai jalannya pelaksanaan proses keperawatan sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan klien. Evaluasi proses harus dilaksanakan segera setelah perencanaan keperawatan dilaksanakan untuk membantu keefektifan terhadap tindakan.
Kriteria keberhasilan (evaluasi hasil/sumatif) : menilai hasil asuhan eperawatan yang diperlihatkan dengan perubahan tingkah laku klien. Evaluasi ini dilaksanakan pada akhir tindakan keperawatan secara paripurna.

Teknik Penilaian
  1. Wawancara : berkaitan dengan perubahan sikap, apakah telah menjalankan anjuran yang diberikan perawat
  2. Observasi : mengamati secara langsung perubahan yang terjadi.Studi dokumentasi : membuat laporan dari rencana asuhan keperawatan yang dibuat.

Langkah-langkah Evaluasi Dalam Keperawatan

  1. Menentukan kriteria, standar dan pertanyaan evaluasi
  2. Mengumpulkan data baru tentang klien
  3. Menafsirkan data baru
  4. Membandingkan data baru dengan standar yang berlaku
  5. Merangkum hasil dan membuat kesimpulan
  6. Melaksanakan tindakan yang sesuai berdasarkan kesimpulan

Mengukur Pencapaian Tujuan

Kognitif : meliputi pengetahuan klien terhadap penyakitnya, mengontrol gejala, pengobatan, diet, aktifitas, persediaan alat, resiko komplikasi, gejala yang harus dilaporkan, pencegahan, pengukuran dan lainnya.
Interview : recall knowledge (mengingat), komprehensif (menyatakan informasi dengan kata-kata klien sendiri), dan aplikasi fakta (menanyakan tindakan apa yang akan klien ambil terait dengan status kesehatannya)

Kertas dan pensil
Affektif : meliputi tukar-menukar perasaan, cemas yang berurang, kemauan berkomunikasi, dsb.
Observasi secara langsung
Feedback dari staf esehatan yang lainnya
Psikomotor : observasi secara langsung apa yang telah dilakukan oleh lien
Perubahan fungsi tubuh dan gejala

Hasil Evaluasi Dalam Keperawatan

Adapun ukuran pencapaian tujuan pada tahap evaluasi meliputi:
  1. Masalah teratasi; jika klien menunjukkan perubahan sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan.
  2. Masalah sebagian teratasi; jika klien menunjukkan perubahan sebahagian dari kriteria hasil yang telah ditetapkan.
  3. Masalah tidak teratasi; jika klien tidak menunjukkan perubahan dan kemajuan sama sekali yang sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan dan atau bahkan timbul masalah/ diagnosa keperawatan baru.

Untuk penentuan masalah teratasi, teratasi sebahagian, atau tidak teratasi adalah dengan cara membandingkan antara SOAP dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan.

Subjective adalah informasi berupa ungkapan yang didapat dari klien setelah tindakan diberikan.

Objective adalah informasi yang didapat berupa hasil pengamatan, penilaian, pengukuran yang dilakukan oleh perawat setelah tindakan dilakukan.

Analisis adalah membandingkan antara informasi subjective dan objective dengan tujuan dan kriteria hasil, kemudian diambil kesimpulan bahwa masalah teratasi, teratasi sebahagian, atau tidak teratasi.

Planning adalah rencana keperawatan lanjutan yang akan dilakukan berdasarkan hasil analisa.

Beberapa Hal yang perlu di pertanyakan Evaluasi Dalam Keperawatan

  1. Kecukupan informasi
  2. Relevansi faktor-faktor yang berkaitan
  3. Prioritas masalah yang disusun
  4. Kesesuaian rencana dengan masalah
  5. Pertimbangan faktor-faktor yang unik
  6. Perhatian terhadap rencana medis untuk terapi
  7. Logika hasil yang diharapkan
  8. Penjelasan dari tindakan keperawatan yang dilakukan
  9. Keberhasilan rencana yang telah disusun
  10. Kualitas penyusunan rencana
  11. Timbulnya masalah baru
Nita Rahmadani Harahap
About
Evaluasi Dalam Keperawatan - written by Nita Rahmadani Harahap , published at 21.57, categorized as evaluasi , keperawatan . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply

Translate

Follow by Email

Copyright ©2013 Nita's Blog
Modified by Idi suwardi, Original by Damzaky